RANGKUMAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
RANGKUMAN PRAKTIKUM
SISTEM
DIGITAL
Disusun
oleh:
Nama : Fathoni Bil Ihsan
NIM : 221080200061
Kelompok : 11
LABORATORIUM
INFORMATIKA
PROGRAM
STUDI INFORMATIKA
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2022-2023
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
Materi
yang saya lampirkan merupakan hasil rangkuman dari materi praktikum Sistem Digital satu semester ini dan menjadi salah satu syarat untuk memenuhi
tugas Praktikum Sistem Digital. Saya merupakan Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo Program Studi
Informatika. Jika ingin lebih tahu tentang Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo bisa langsung mengakses link umsida.ac.id atau fst.umsida.ac.id
POKOK BAHASAN I
PENGENALAN
GERBANG LOGIKA DASAR
1.1 TUJUAN
Setelah
menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :
·
Memahami pengoperasian gerbang logika dasar
·
Merancang dasar-dasar rangkaian logika
·
Menjalankan modul rangkaian logika
·
Menerapkan gerbang-gerbang dasar dalam bentuk Rangkaian
terintegrasi
1.2 ALAT DAN BAHAN
·
Komputer / Laptop
·
Digital Work
1.3 PEMBAHASAN
Tampilan Digital Works
Dalam
lembar kerja diatas terdapat 6 point penting toolbar yang akan dijelaskan dalam
gambar berikut :
1.
Gerbang
AND
Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan
(Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai
Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari
masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z = A*B
atau Z=AB (tanpa symbol)
Simbol Gerbang AND

3. Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.Rangkaian OR dinyatakan sebagai Z = A + B.
Simbol Gerbang OR
4.
Gerbang
NOT (Inverter)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan
(Input) untuk menghasilka menghasilkahanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT
disebut juga dengan
Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z = A
Simbol Gerbang NOT
5.
Gerbang
NAND (NOT AND)
merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan
Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND.
Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input)
pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan
menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z = A*B.
6. Gerbang NOR (NOT OR)
kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang
NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR
akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input)
bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua
Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian NOR dinyatakan sebagai Z = A
+ B.
Simbol Gerbang NOR
7 .
Gerbang X-OR
X-OR
adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1
Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang
berbeda. Jika nilai
Logika Inputnya sama, maka akan memberikan
hasil Keluaran Logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai Z = (A*B) + (A*B) =
A + B
Simbol Gerbang X-OR
8.
Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti Gerbang
X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan(Input)
dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari
Exclusive NOR dan
merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT.
Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan
atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini
merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR
dinyatakan sebagai Z = (A + B) = AB
Simbol Gerbang X-NOR
POKOK BAHASAN II
PENYEDERHANAAN
RANGKAIAN LOGIKA (MENGGUNAKAN
METODE K-MAP)
2.1 TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini
Mahasiswa diharapkan mampu :
·
Membuat
sebuah rangkaian logika sederhana melalui persamaan Boolean dan tabel kebenaran
yang diketahui.
·
Menggunakan
K-map untuk memecahkan persoalan desain rangkaian logika sederhana.
2.2 ALAT DAN BAHAN
· Komputer / Laptop
· Digital Work
2.3 DASAR
TEORI
Peta Karnaugh (KarnaughMap, K-map) dapat
digunakan untukmenyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak
enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan
logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam
variable disarankan menggunakan program computer.
Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta karnaugh
menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran.
Penggambaran daerah pada peta karnaugh harus mencakup semuah logika. Daerah
pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih antara satu kombinasi variable dengan
kombinasi variable yang lain.
2.4 PEMBAHASAN
2.4.1
K-Map 2 Variabel
Pada K-Map 2 variabel,
variabel yang digunakan yaitu 2. Misalnya variabel A & B.
Catatan :
-
Untuk setiap variabel yang memiliki
aksen, maka di dalam tabel ditulis 0.
-
Untuk setiap variabel yang tidak
memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 1.
Contoh : A' (ditulis 0), B (ditulis 1)
Desain/model pemetaan K-Map 2 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti
pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis menggunakan desain
pemetaan Model 2 seperti berikut :
Dalam menentukan hasil pemetaan, ambil daerah yang berbentuk seperti berikut :
Contoh soal :
Sederhanakan persamaan logika berikut dengan K-Map : y = A'B' + AB'
2.4.2 K-Map 3 Variabel
Pada KMap 3 variabel,
variabel yang digunakan yaitu 3. Misalnya variabel A, B & C.
Desain pemetaan K-Map 3 variabel dapat dibentuk dengan 4 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :
Contoh soal :
Sederhanakan persamaan
logika berikut dengan K-Map :
y = ABC' + ABC + AB'C + AB'C'
2.4.3 K-Map 4 Variabel
Pada KMap 4 variabel,
variabel yang digunakan. Misalnya variabel A, B, C & D.
Desain pemetaan K-Map 4 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :
Contoh soal :
Sederhanakan persamaan
logika berikut dengan K-Map :
y = ABC'D' + ABC'D + ABCD + ABCD' + AB'CD + AB'CD'
POKOK BAHASAN III
MULTILEVEL NAND DAN NOR
3.1 TUJUAN:
Setelah menyelesaikan percobaan ini
Mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengerti
cara meng-implementasikan teorema de Morgan ke bentuk NAND dan NOR
2. Membuat
rangkaian pengganti AND, OR, NOT ke NAND dan NOR dengan persamaan de Morgan
3. Merubah
rangkaian AND, OR, NOT menjadi NAND atau NOR saja secara langsung
3.2 ALAT DAN BAHAN
·
Komputer / Laptop
·
Digital Work
3.3 DASAR
TEORI
Gerbang NAND dan
NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang
NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang
lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya : dengan mengimplementasikan gerbang
NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input sampai
ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah
rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang
terdapat dalam sebuah IClogika
sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak
terlalu banyak IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC
tersebut yang digunakan).
Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan
dua cara yaitu:
1.
Melalui
peneyelesaian persamaan logika/Boolean
2.
Langsung
menggunakan gambar padanan
3.4 PEMBAHASAN
3.4.1
NAND
Diketahui sebuah persamaan logika
sebagai berikut:![]()
Selesaikan
persamaan tersebut hanya dengan gerbang NAND saja.
Jawab:
Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:
Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri dari satu buah gerbang NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. Ini artinya kita harus membeli tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya adalah kita sudah melakukan pemubaziran (membuang sia-sia) gerbang lainnya, padahal kita sudah beli dan banyak memakan tempat. Setelah penyederhanaan dengan menggunakan persamaan logika di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan gerbang NAND saja yang kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut:
Dengan cara
di atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk mebangun sebuah
rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan
tempat.
3.4.2
NOR
Selesaikanlah
persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang NOR saja.
Jawab:
Rangkaian asalnya adalah:
Sedangakan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja adalah sebagai berikut.
Dari gambar
terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita tetap
hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir atau
terbuang).
POKOK BAHASAN IV
RANGKAIAN ARTIMATIKA DIGITAL
4.1 Tujuan
Setelah
menyelesaikan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Memahami
cara kerja rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan Boul
subtractor
2.
Membuat
rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan boul subtractor
dari rangkaian kombinasi gerbang logika dasar
3.
Memahami
perbedaan Carry in dengan Carry out terhadap Full Adder serta pengaruh yang
ditimbulkannya.
4.2 Alat dan Bahan
·
Komputer
/ laptop
·
Digital
Work
4.3 Pembahasan
4.3.1
Adder
Rangkaian Adder
(penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk
menjumlahkan dua buah angka (dalam system bilangan biner). Sementara itu di
dalam computer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU
(Arithmetic Logic Unit) Sistem bilangan yang di gunakan dalam rangkaian adder
adalah:
·
Sistem
bilangan biner (memiliki base/radix 2)
·
Sistem
bilangan octal (memiliki base/radix 8)
·
Sistem
bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)
·
Sistem
bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, di antara ketiga system tersebut yang paling
mendasar adalah system bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai
negatif, maka digunakanlah system bilangan complement. BCD (binary-coded decimal)
a.
Half
Adder
Half Adder adalah
suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling sederhama.
Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan
biner sampai 1bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran
yaitu summary out (sum) dan carry out (Carry)
Rangkaian ini
merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan AND.
Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing masing hanya
terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1.
Jika
A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0
2.
Jika
A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1
3.
Jika
A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1
4.
Jika
A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (
Carry Out ) = 1
Dengan Demikian, half adder memiliki dua masukan (A
dan B), dan dua keluaran (S dan Cout)
b.
Full
Adder
Rangkaian
Full-Adder pada prinsipnya bekerja seperti half-Adder, tetapi mampu menampung
bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3 :
A, B dan Cin, Sementara bagian Output ada 2 : Sum dan Cout, Cin ini dipakai
untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.
Berikut merupakan symbol dari Full Adder:
Rangkaian Full
Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half Adder, Rangkaian ini dapat
digunakan untuk penjumlahan sampai 1bit, jika ingin menjumlahkan lebih dari 1bit,
dapat menggunakan rangkaian parallel adder yaitu gabungan dari beberapa full
adder
4.3.2
Subtractor
Merupakan suatu
rangkaian pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis jenis rangkaian subtractor
yaitu:
a.
Half
Subtractor
Rangkaian half
subtractor adalah rangkaian subtractor yang paling sederhana. Pada sederhana.
Pada dasarnya rangkaian half subtractir adalah rangkaian half adder yang
dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat
dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini
mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Boroow Out (Bo), Rumus dasar
pengurangan pada biner yaitu:
1.
0
– 0 = 0 Borrow 0
2.
0
– 1 = 1 Borrow 1
3.
1
– 0 = 1 Borrow 0
4.
1
– 1 = 0 Borrow 0
b.
Full
Subtractor
Pada rangkaian
full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya
dengan pin Bin dihubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu
seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2
output.
Berikut Merupakan
Simbol dari Full Subtractor:
Rangkaian ini
dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih
dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian parallel subtractor yaitu gabungan dari
beberapa full subtractor.
POKOK BAHASAN V
ENKODER DAN DEKODER
5.1 Tujuan
Setelah
menyelesaikan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Mengenal
rangkaian encoder dan decoder
2.
Mengenal
rangkaian encoder dan decoder dalam bentuk IC
5.2 Alat dan Bahan
·
Komputer
/ laptop
·
Digital
Work
5.3 Pembahasan
5.3.1 Enkoder
1. Rangkaian gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ini:
2.
Sambungkan
terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED
3. Jalankan program
4.
Amati
dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
|
INPUT |
Y1 |
Y2 |
|
0 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
0 |
|
2 |
0 |
0 |
|
3 |
1 |
1 |
5.3.2 Dekoder
1. Rangkailah gerbang logika decoder 2 – 4 berikut ini:
2.
Sambungkan
terminal input dangan Interactive Input dan Terminal output dengan LED
3. Jalankan program
4.
Amati
dan cata output terhadapat kombinasi keadaan input
|
INPUT |
OUTPUT |
||||
|
A |
B |
Y1 |
Y2 |
Y3 |
Y4 |
|
0 |
0 |
1 |
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
0 |
1 |
0 |
0 |
|
1 |
0 |
0 |
0 |
1 |
0 |
|
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
1 |
POKOK BAHASAN VI
MULTIPLEKSER
DAN DEMULTIPLEKSER
6.1 Tujuan
Setelah
menyelesaikan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu:
1.
Mengenal
rangkaian encoder dan decoder
2.
Mengenal
rangkaian encoder dan decoder dalam bentuk IC
6.2 Alat dan Bahan
·
Digital
Work
·
Komputer
/ Laptop
6.3 Pembahasan
6.3.1
MULTIPLEKSER
1. Rangkailah Gerbang Logika multiplekser 4 – 1 berikut ini:
2. Sambungkan terminal input dengan Interactive input dan terminal output dengan LED
3. Jalankan Program
4.
Amati
dan catat output terhadap kombinasi keadaan input Tabel Kebenaran
|
INPUT |
OUTPUT |
|||||
|
A0 |
A1 |
X0 |
X1 |
X2 |
X3 |
Y |
|
0 |
0 |
0 |
× |
× |
× |
0 |
|
0 |
0 |
1 |
× |
× |
× |
1 |
|
0 |
1 |
× |
0 |
× |
× |
0 |
|
0 |
1 |
× |
1 |
× |
× |
1 |
|
1 |
0 |
× |
× |
0 |
× |
0 |
|
1 |
0 |
× |
× |
1 |
× |
1 |
|
1 |
1 |
× |
× |
× |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
× |
× |
× |
1 |
1 |
6.3.2
DEMULTIPLEKSER
1. Rangkaian gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ini:
2.
Sambungkan
terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED
3. Jalankan program
4.
Amati
dan catat output terhadap kombinasi keadaan input. Tabel Kebenaran
|
INPUT |
OUTPUT |
|||||
|
A0 |
A1 |
X |
Y0 |
Y1 |
Y2 |
Y3 |
|
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
0 |
0 |
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
|
0 |
1 |
1 |
0 |
0 |
1 |
0 |
|
1 |
0 |
1 |
0 |
1 |
0 |
0 |
|
1 |
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
1 |



































Comments
Post a Comment